Senja

By @muhammadzaldi2/5/2018story

Semua orang pastinya pernah mendengar kata "senja" tetapi tidak semua orang paham arti dari sebuah kata yang hanya terdiri dari 5 huruf itu. Senja mungkin hanya sebuah suasana saat matahari tenggelam bagi sebagian orang, ada pula orang yang menganggap senja sebagai teman di penghujung hari sebelum sang rembulan datang. Kata “senja” begitu populer dikalangan penulis yang suka merangkai diksi untuk dijadikan sebuah puisi maupun cerita fiksi. Banyak kata-kata romantis yang tercipta dengan latar belakang senja.

Apa arti senja bagi Seorang Muhammad Zaldi?

Senja itu pemandangan sore hari menjelang matahari tenggelam di ufuk timur barat. Ya seperti itulah aku mengartikan senja, tak begitu istimewa dan cukup sederhana.

Aku tahu, senja begitu indah. Kata banyak orang, “kala senja, langit berubah menjadi jingga”. Walaupun hal tersebut tak berarti apa-apa, hanya sebuah lukisan indah di angkasa. Tapi banyak kata indah yang terukir dari sang perangkai kata, untuk melukiskan indahnya senja ataupun pilunya senja.

Ya, senja bisa berarti mengambarkan tentang dua hal yang bersebrangan, tentang keindahan yang berarti kebahagiaan, juga tentang kesedihan dikala perpisahan yang diibaratkan dengan senja.

Senja Itu Menawarkan Keindahan.

Cahaya redup dari matahari senja, tak begitu meyilaukan mata bahkan terlihat begitu anggun dan menawan. Cahaya jingga yang menghiasi langit-langit ufuk barat, seakan melukiskan sebuah ketenangan bagi yang melihatnya.

Aku suka senja dirumah, karena lebih terlihat indah, ketimbang Sunrise yang terhalang tembok beton dari bagunan gedung sebelah. Cahaya senja juga menyinari depan rumahku, hangat dan menenangkan ketika menghabiskan waktu senja dengan secangkir kopi.

Senja Itu Penanda Waktu Pulang Dan Perpisahan

Senja juga pertanda untuk “Pulang”

Dulu waktu kecil, di mulai seusai pulang sekolah, langsung berangkat bermain dengan teman-teman. Kita tak mengerti waktu, yang kami tau, hari mulai sore terlihat dari cahaya matahari yang mulai redup. Nah waktu senja itu pertanda kita harus pulang.

Pulang untuk sekedar membersihkan badan, menganti pakaian dan mengisi perut yang yang sudah keroncongan.

Senja Melukiskan Sebuah Perasaaan

Senja itu melukiskan sebuah perasaan sedih dan galau.

Pernah sewaktu di kost an melihat senja di jendela. Cahaya redup itu mengingatkanku kepada keluarga yang aku tinggalkan sementara waktu. Padahal belum sehari, padahal baru berangkat dan masih dalam dalam dekapan tapi rasa rindu ini menyeruak dikala senja yang pilu itu datang.
Entah aku ini seorang baper-an atau tidak, tapi sewaktu senja itu, hatiku benar-benar merasa sedih dan bimbang.
Yah intinya, Kangen ini bertambah rindu, ketika senja menjadi pilu. Heuuf…

Senja Menandakan Sebuah Kemenangan

Senja menandakan sebuah kemenangan dan harga diri, Ya begitulah kami (aku dan teman-teman) mengartikan senja di desa ini. Karena harus ada yang menang dan ada yang kalah, walau nilai seri juga bisa terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola di desa kami.

Tak seperti sepak bola internasioanal yang menetapkan waktu dalam sebuah permainan, permainan kami berlangsung, ketika jumlah pemain minmal cukup untuk bisa dibagi dua tim, minimal masing-masing tim berjumlah 7 orang, terkadang saking banyaknya, terpaksa membagi menjadi tiga tim, jadi tim siapa yang kemasukkan terlebih dahulu, tim tersebut yang akan di ganti oleh tim lainnya.

Dan senja lah, yang mengakhiri permainan kami. Senja yang menentukan harga diri tim pemenang dan tim yang kalah.

Dan senja juga, menandakan kemenangan bagi yang berpuasa. Senja juga melahirkan tradisi ngabuburit kala ramadhan tiba.

Sigli, 06 Februari 2018

Muhammad Zaldi

4

comments