Senja

By @jarnidanababan9/1/2020indonesia

images (1).jpeg
sumber: google

"Aku berharap Fajar akan kembali." Kata Awan dengan rapuh.

"Kenapa? Kenapa harus Fajar?" Tanyaku dengan hati-hati pada Awan. Aku tahu bagaimana perangai Awan jika sudah membicarakan tentang Fajar.

Fajar sangat spesial baginya. Aku hanya tidak ingin melukai Awan yang rapuh. Berat memang, namun aku yang harus memikulnya. Aku juga istimewa! Bahkan sangat istimewa, hanya saja Awan tidak menyadarinya.

Sudah kesekian kalinya waktu tidak
berpihak padaku. Mungkin di lain waktu, aku yakin itu. Oh ya, harus kukatakan bahwasannya garis tangan tidak dapat menentukan takdir.

Awan akan segera sadar bahwa Senja juga istimewa, istimewa dalam waktu dan situasi yang berbeda.

3

comments