
Biar kita sering salah dan banyak dosa, namun jangan pernah jauhkan diri kita dari Ulama. Andai raga kita harus berada di tempat yang jauh dari mereka, tapi pastikan hati kita senantiasa cinta kepada mereka. Biarlah kita jadi gerbong kereta api paling belakang, yang tidak ada mesinnya, dindingnya sudah tua dan berkarat, tapi dengan berkah kita terikat dengan gerbong depannya, dan gerbong depannya terus bersambung hingga terhubung dengan lokomotif yang memiliki mesin yang baik, Insyaallah dengan itu kita sampai ke tempat tujuan.